Moch. Iriawan: Banyak Calon Untuk Posisi Sekjen PSSI
PSSI belum mengumumkan siapa saja kandidat yang bakal menggantikan Ratu Tisha Destria untuk mengisi posisi sekretaris jenderal (sekjen).
Untuk sementara ini, Yunus Nusi yang merupakan anggota Komite Eksekutif (exco) ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt.) sekjen, hingga sosok baru ditetapkan.
Tes kelayakan bakal dilakukan oleh PSSI untuk menyaring sekjen baru pengganti Tisha, namun beberapa nama sudah mencuat ke permukaan.
Salah satu nama yang muncul adalah Eddy Sofyan, yang juga Ketua Umum Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (Basri). Sayang, Eddy pernah berurusan dengan hukum.
Pada 2008, Eddy terbukti bersalah dalam proyek pengadaan 60 unit bus Patas AC Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), yang dibiayai PT Jamsostek senilai Rp33,2 miliar.
Eddy harus terjerat Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 Ayat 1 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan vonis sepuluh tahun penjara.
Moch. Iriawan selaku ketua umum PSSI menanggapi hal tersebut dengan tenang. Intinya, PSSI sendiri belum menetapkan keputusan apa pun terkait sekjen baru.
“Harus dibicarakan dahulu, dan didiskusikan dengan Exco PSSI. Banyak calon ya. Semuanya sama,” tutur Iriawan, lewat pesan teks kepada wartawan.
Sebelumnya, beberapa nama yang juga dikaitkan dengan kursi sekjen PSSI antara lain Ahmad Syauqi Soeratno, Marco Gracia Paulo, Tommy Welly, Kusnaeni, hingga Rahim Soekasah.